Perasaanku sedang campur aduk, tapi Tuhan tahu, malaikat tahu siapa yang jadi juaranya nanti. Mudah-mudahan aku yang jadi juaranya
Lagu ini memang bagus sekali. Dee, you are awesome
Malaikat Juga Tahu
Lelahmu jadi lelahku juga
Bahagiamu bahagiaku pasti
Berbagi takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati
Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri
Meski seringkali kau malah asyik sendiri
Karena kau tak lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya
Hampamu tak kan hilang semalam
Oleh pacar impian
Tetapi kesempatan untukku yang mungkin tak sempurna
Tapi siap untuk diuji
Kupercaya diri.. Cintakulah yang sejati
Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya
Kau selalu meminta tuk terus kutemani
Engkau selalu bercanda andai wajahku diganti
Relakan ku pergi.. Karna tak sanggup sendiri
Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu.. Aku kan jadi juaranya
Kita baru merasa kehilangan sesuatu setelah sesuatu itu tidak ada. Setelah dua tahun lebih bekerja dengan load yang sangat rendah, sampai-sampai sempat mengunjungi web-web yang tidak terlalu penting
, di tempat kerja baruku, keadaannya berubah 180 derajat. Meskipun begitu, aku merasa senang. Betumpuk-tumpuk dokumen dan file-file yang harus kubaca dan kumengerti pada satu minggu pertama, dan langsung mengikuti beberapa meeting pada satu hari, dan berpuluh-puluh email setiap hari.
Minggu-minggu berikutnya hingga saat ini juga sama. Puluhan email dan tugas yang diminta untuk diselesaikan oleh atasanku dengan tanda “URGENT”, “ASAP” dan “by this Friday ya” hahahha. Bisa membayangkan kalau semuanya by Friday??
Sampai-sampai waktu berjalan tanpa terasa, baru ikut satu meeting dan membalas beberapa email (dengan repon yang perlu dipikirkan tentunya) tau-tau sudah waktunya makan siang. Begitu juga setelahnya, tau-tau sudah jam lima sore
Saat ini aku sudah sangat menikmati pekerjaan ini. Ditambah dengan sense “deg-degan” jika dipanggil atau menerima feedback atas pekerjaanku. Oya, disini aku memiliki boss yang sangat berkompeten, jadi jangan coba-coba untuk ngibulin atau menghindar. She will know
Kesiapan setiap waktu juga diperlukan, jadi jika diajak untuk berdiskusi mengenai suatu isu/ hal kita bisa langsung nyambung. Ada suatu kejadian lucu sekaligus memalukan yang pernah kualami. Hari itu aku sedang mengerjakan beberapa tugas yang menumpuk, dan sudah mengikuti suatu meeting pagi harinya. Hari itu aku tau ada sebuah invitation meeting teleconference dengan seseorang di Australia, bernama Peter. Tahukah, pada saat itu, aku tidak tahu siapakah Peter itu..hehehhe. Ya, karena sedang sibuk tadi
Ditambah, materi teleconference itu adalah bukan menjadi job desk dan tanggung jawab utamaku, jadi aku santai-santai saja.
Tibalah saat teleconference itu. Dan my boss, sepertinya beliau tahu ke “blank” an kami, terutama aku mengenai materi materi meeting siang itu. Itu terlihat dari kosongnya halaman buku catatanku dan mungkin wajah “dodol” tak mengerti
Beliau langsung menegur kami dan menjelaskan bahwa seharusnya sebelum datang ke sebuah meeting, kami perlu mencari tahu (kalau belum tahu) siapa yang akan kita ajak bicara, apa jabatannya, materi diskusi, memperkirakan apa yang akan ditanyakan pada orang tersebut, dan mempersiapkan jawaban jika ditanya. Hari itu, aku tak mempersiapkan apapun
Belum selesai sampai disitu, entah karena listening-ku yang parah atau sedang capek, aku sulit sekali menangkap kata-kata seseorang di seberang telpon sana. Dia berbicara dengan accent Australianya dengan sangat kental. Udah nggak punya bahan, pas telpon pun hanya bisa menangkap sekitar 40%, sisanya….ga mudeng
Tidak bermaksud excuse, tapi sebelumnya aku pernah berteleconference dengan Australia juga, dan hampir 100% pembicaraan bisa kumengerti. Itu karena dia berbicara sangat clear, seperti aksen Amerika. Hahahaha. Hari itu aku benar-benar mentertawakan ke-dodol-anku
Saat ini aku sedang berada di Sorong, Papua. Kesibukan di Jakarta dan mepetnya waktu untuk berangkat, sempat membuatku kewalahan saat akan packing. Ditambah hampir tidak sempat membereskan kamar, dll. Jadi, sebaiknya dalam kondisi apapun, nikmatilah saja. Ketika santai, nikmatilah bahwa kita bisa membaca buku, menonton TV lebih lama, mengatur dan membersihkan kamarmu sampai kinclong, memotong kuku, atau mencukur bulu..hahahahha
Sebab, kalau sedang sibuk, mungkin kita tidak cukup punya waktu untuk itu semua. Jadi, nikmati saja
Sedang malas sekali menulis. Hanya ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri untuk teman-teman semua. Mari kita saling memaafkan.
Tegal, I’m coming
Still remember when i wrote “membentuk harapan yang baik” in this blog, seems like the universe (i prefer to mention God actually) heard and actualise some of my plans. Good things do happen in my life recently. Like Andrea Hirata said in Edensor “God knows, but He’s waiting for the right time.
After sending several job applications to several companies and International Non Government Organizations, i got accepted to a multinational mining company. This company, is an owner mining company, and my former boss said, the company has a good concern on CSR. I must be lucky to be accepted. However, I must said that i’m about to take a risk by taking this job. Because of some legal project reason, they can only offered me a fix term period of employment. The project itself is a Joint Venture that still on going process to set up their legal entity, and still on exploration phase. They said that there is a big possibility of contract extension depends on the project operations and also my performance. I think taking this job is good to explore my ability. It is much better to take the risk rather than stay in my comfort zone. I need to wake up and get a life.
Off course i didn’t forget the “benefit issue” before signing agreement. I’ve just realized that my old company already have a high standard of remuneration. I mentioned my salary expectation to the interviewer, and after some negotiation they agree to give me my expected amount
My BF said, the job was there for me. I was there on the right place and the right time. My hope about getting something new and hopefully better on September really come true. I already have plan to increase my saving with the new remuneration. Thanks a lot to my BF who happens to be my financial advisor
I sent my resignation letter to my boss and HR Department last week, and now this is my one month notice period. I need to prepare some cash to handle “makan-makan” issues among my collagues
Another good things are when I met my old friends from college. First, Attin, who is taking her IELTS preparation course prior her departure to ANU, Australia by ADS Scholarship. She is a good friend who always be my inspiration. It was very delighted to discuss some topics from future plan until our joke about marriage
Second friend is Kuwat, my discussion pal at American Corner UGM who is currently working in North Jakarta. I just could lend my ears to listen and words of comfort based on my experience when he shared his cultural shock living in this city. I do understand that he doesnt need any judgment because of his complains. Friends are important factor that make this city still civilised to be resided. I know that the things will happen when on the right time, I still have dreams to be actualised.
Seems like i have been leaving this blog for a very long time. I’m just missing to write. The main reason is, after blocking webmail, the company i work for, now blocking all the websites that categorised as “free hosting sites” including blogspot and wordpress. We almost cannot do anything with the internet. I assumed they actually want to withdraw the internet access to all employees. To prevent such protests they blocking every sites gradually. For me, this is just like when the government gradually reduce the subsidy for energy, and at the end there will be no subsidy at all.
Thanks to my friends who get an access to system and server in Australia (yes, Australian company is cheap), so i use their log in username and password to get an access to this blog. I plan to registered my cellphone to its provider to get an internet access. I’m a gaptek person who is only a user, not an administrator. I also plan to buy my own laptop to get may facilities the a computer should be. Currently i’m using company’s laptop that cannot be installed with many programs without permission of IT policy. So many restrictions.
These weeks are very tiring. Not only phisically, but most of it is emotionally. After working for almost 2 and a half year, i found what people said office politics or interests of conflict at office. I argued with someone who happens as my superior. Be in different pages, meanwhile we have to work together is painful. I almost think that the conflict already heading to personal problem. Whatever i say, whatever i say, whatever i do, lead to debate. I don’t care then .I told my boyfriend that i’m going to put wall face (muka tembok) as long as i’m still working with him. Who is he to make me such stressful?
Currently, i’m also in a process of doing some efforts to get better life. I think it’s time for me to think and act to do things to make my dreams happen. I do hope something good happens to me on September. Let’s pray for me. Will You?



