The Sanctuary and Happy New Year
Saat ini hari Rabu, 31 Desember 2008. Aku masih di lantai 9 gedung ini, hanya bersama dua orang office boy yang asyik menonton TV di front desk. Sengaja kuminta mereka untuk tidak meninggalkanku. “Jangan tinggalkan aku” dan mereka mengiyakan sambil tertawa. Dua orang rekan kerja terakhir, Mas Izhar dan Pak Slamet sudah pulang lima menit yang lalu. Mereka sempat menakut-nakuti-ku karena aku satu-satunya employee yang tersisa dilantai ini. Pak Slamet bahkan menawariku untuk ikut pulang ke rumahnya, mendengar bahwa aku tidak punya rencana apa-apa untuk malam tahun baru ini. Apalagi setelah mendengar rencanaku untuk memasak ikan sarden kalengan sebagai makan malamku
Nampaknya beliau sangat terharu
Setelah tiga tahun bekerja, sepertinya kantor menjadi tempat yang paling menyenangkan untuk menyepi. Di kantor bisa ngadem jika cuaca sedang panas-panasnya. Saat sedang bertengkar hebat dengan pacar, atau sedang putus, daripada berdiam diri di kamar dan menangis-nangis sebagai korban, aku lebih suka masuk kantor. Di kantor aku bisa menyibukkan diri dengan pekerjaan, atau memanfaatkan fasilitas internet tanpa batas secara gratis.
Kantor memiliki fasilitas penunjang yang sempurna untuk mengobati hati yang patah dengan caranya sendiri. Ruangan yang dingin, akses internet, minuman kopi atau teh yang tersedia, sempurna sekali. Kadang keasyikanku ini juga dirasakan oleh orang-orang lain di kantor. Di ujung sana, biasanya seseorang juga sedang serius berkutat dengan layar monitornya, menikmati fokusnya sendiri, dan aku pun tak ingin mengganggu.
Baru saja, seorang teman menelponku dan mengajak bertemu di PIM malam ini. Kami mungkin akan bertemu dengan beberapa temanku yang lain. Kubilang belum tahu, apakah akan kesana atau tidak. Aku masih di Sudirman, dan perlu lebih dari satu jam untuk mencapai Cilandak. Let see, Kataku.
Jadi, Selamat Tahun Baru untuk Semuanya. Sebentar lagi aku akan pulang, mungkin bertemu teman-teman sebentar, dan malam ini, aku tidak ingin kehilangan waktu tidurku.
Selamat Tahun Baru ya….




Happy New Year, Vie. Dulu waktu belum punya pasangan aku jg menganggap kantor sbg “sanctuary place”, pernah bahkan di sana cuma seorang diri aja dan baru pulang jam 11:30 malam. Sejak punya pacar, dia ga ngebolehin di kantor ampe malam2, apalagi ndirian, jd bisa dibilang skrg ga pernah lagi.
Eniwei, met tahun baru ya Vie, smoga semua keinginannya u/ tahun depan bisa tercapai.
Sheilla: Sama2 ya, Met tahun baru juga
Hehe, iya kalau punya pacar kan ada yang mengkhawatirkan ya
Moga tahun ini lebih baik
pertamaxxx
Same here. Kantor bisa jadi sanctuary asal fasilitasnya kumplit dan temen-temennya asik. Dulu pas masih jadi wartawan, kos cuma jadi tempat bobo dan mandi…lain2nya di kantor aja. Pagi bangun, mandi, berangkat ke kantor…titip sarapan ke mas OB dan kerja. Hampir setiap malam lembur, trus abis dapet uang lembur langsung pergi makan atau dibeliin OB lagi. Mana ada akses internet tanpa batas, lounge yang nyaman dan tv layar datar segede gaban. Di kosan kan nggak ada itu semua
Mya: Iya nih, sejak ngantor disini kok bisa ya minta OB beli makanan. Di kantor lama kemungkinan besar banget OB nolak utk beliin kita makanan dg seribu alasan.
Tp lama2 kok mikir, kok hidupnya di kantor aja ya? Gimana mau liat cowok lain? Hehehehe. (nyambung ga sih komentarnya)
Iya, liatnya cuma mas-mas OB. Hahaha (tambah nggak nyambung). OB di kantor lama, luarbiasa helpfulnya mbak. Mereka malah suka inisiatif nawarin sarapan pas kita nyampe kantor dan makan malam. Mungkin emang termasuk jobdescnya, supaya para wartawan yang suka lupa makan itu nggak sakit-sakitan (yang akhirnya bikin rugi perusahaan juga!). Ada juga yang suka nawarin bawa motorku ke tempat servis, plus nyuciin…wah, asli nyaman banget, yang dipikir tinggal kerja.