The Haunted Office

2008 December 30
by evicipluk

Ini hari pertama aku masuk kantor setelah mengambil libur (bukan cuti resmi) selama satu minggu. Mengisi kembali tenaga jiwa yang sudah hampir habis di Jogja dan Tegal, sekembalinya ke Jakarta aku merasa penuh. Tapi di kantor, semuanya nyaris kosong. Hiruk pikuk kesibukan, semangat, hasrat untuk membangun proyek miliaran dollar yang dua bulan lalu masih terasa, saat ini tidak ada lagi. Betapa Tuhan Maha Kuasa, Dia bisa membalikan segala keadaan menjadi berbeda 180 derajat dengan mudah, semudah membalik telapak tangan. Rasanya tak pantas manusia itu menyombongkan diri di dunia ini. Sungguh tak pantas.

Tanggal 12 November 2008, project director proyek ini mengumpulkan kami untuk menyampaikan kabar yang sama sekali tidak terduga dan tidak bagus bagi siapapun yang bekerja di proyek ini. Bagi siapapun. Perusahan tempatku bekerja mengundurkan diri dari konsorsium proyek tambang Nikel yang tadinya akan menjadi salah satu proyek terbesar di Indonesia, yang sedang dalam masa studi dan eksplorasi. Setelah masa studi dan eksplorasi selama delapan tahun, perusahaan ini menyerah. Kalau ditanya apakah perusahaannya bangkrut? Jawabannya tidak sama sekali. Ini adalah perusahaan kelas dunia dengan nilai kapital yang sangat besar. Menutup proyek ini adalah sama seperti menutup salah satu cabang kecil yang setelah dipelajari tidak akan memberikan keuntungan. Dana yang selama ini dialirkan untuk memulai proyek ini, lebih baik digunakan untuk mendanai proyek lain yang lebih menjanjikan.

Kalau mau dianalisa alasannya, banyak sekali argumen yang berseliweran diantara kami sendiri. Mulai dari krisis finansial global yang membuat harga nikel dunia anjlog pada titik terendah sampai alasan politis. Nikel diperlukan sebagai salah satu material untuk stainless steell yang diperlukan pada kendaraan, alat-alat elektronik, dan konstruksi bangunan. Krisis ini membuat perusahaan otomotif Amerika kolaps, permintaan akan barang elektronik menurun, apalagi pembangunan konstruksi di segala penjuru dunia berhenti. Secara otomatis membuat permintaan dunia akan logam nikel sangat rendah, dan membuatnya menjadi sangat murah. Sementara itu, segala sumberdaya dan teknologi yang diperlukan untuk mengambil bijih nikel, sama sekali tidak menurun. Bahkan cenderung membengkak saat krisis ini. Ini adalah alasan paling teknis dan logis mengapa akhirnya kami mundur.

Alasan yang paling tidak menyenangkan adalah alasan politis. Kami sempat beropini bahwa perusahaan asing ini sudah “lelah” dan “menyerah” dengan pemerintah Indonesia. Ijin penambangan yang tak kunjung turun, kontrak karya yang tidak kunjung didapat, meskipun sudah mengirimkan surat permohonan resmi dan menghadap langsung dengan RI 1 agar proyek ini diijinkan untuk berjalan. Tahukah, bahwa Indonesia baru saja kehilangan kesempatan investasi senilai lebih dari 200 miliar dollar? Dan puluhan ribu kesempatan kerja di segala level, dari manager sampai tukang sapu? Mungkin tidak ada yang tahu. Sebagai informasi saja, jika presiden sempat mengkampanyekan agar para investor datang ke Indonesia, bahkan sampai ada pameran investasi, proses turun kebawah (birokrasi) sama sekali tidak semudah itu.

Isu lain adalah lingkungan. Ini memang sensitif sekali. Mungkin jika statusku masih sebagai mahasiswa Fisipol UGM yang idealis itu :D aku akan sama-sama teriak mengkritik perusahaan-perusahaan tambang yang tidak bertanggung jawab pada lingkungan itu. Mungkin idealismeku sudah jauh berkurang pada saat ini, tapi disini, aku melihat bahwa analisis mengenai dampak lingkungan benar-benar dilaksanakan dengan tanpa manipulasi. Kami menggunakan konsultan yang berisi para insinyur lingkungan, sosiologist, anthropoligist dan arkeolog dari ITB dan UI. Sebuah langkah yang mungkin hanya diambil oleh perusahaan-perusahaan skala besar yang menyadari pembangunan berkelanjutan. Aku belum tahu, apakah perusahaan Indonesia ada yang melakukan studi serupa sebelum memulai proyeknya. Mungkin saja ada satu atau dua :D

Proyek tutup berarti semuanya selesai. Karyawan tidak diperlukan lagi. Jadilah kami, teman-teman yang baru saja kukenal dan kuakrabi selama hampir tiga bulan, di PHK secara massal dalam beberapa periode. Kantor semakin sepi secara bertahap. Bagiku, ini seperti baru jadian selama tiga bulan, sedang cinta-cintanya, di puncak asmara, lalu diputuskan sepihak tanpa perasaan. Segala harapan akan bersama selamanya, akan tumbuh bersamamu, akan mencapai langit denganmu, semuanya kandas disini. (Jadi kali lain punya kekasih, hati-hati jikan akan mengatakannya). Kehilangan harapan itu jauh lebih menyakitkan dibanding ancaman kehilangan pekerjaan itu sendiri. Rasanya sama dengan patah hati.

Aku masih disini, karena perusahaan mengambil keputusan tetap meneruskan beberapa program pengembangan masyarakat yang sedang berjalan dan sudah dijanjikan pada masyarakat. Meski tidak sempat mengambil keuntungan dari proyek itu, ini adalah wujud tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat. Untukku, ini seperti roller coaster. Banyak yang bertanya, apakah aku menyesal meninggalkan kantor lamaku dan pindah kesini. Di kantor lama aku adalah karyawan permanen, sedangkan disini aku karyawan kontrak. Proyeknya tidak jadi pula. Untungnya aku tidak menyesal sama sekali. Mungkin ini yang aku butuhkan. Selama dua setengah tahun, hidupku sudah terlalu rata, dan datar. Itu membuatku jenuh dan hidupku monoton. Kejadian ini mungkin adalah warna yang kubutuhkan.

7 Responses leave one →
  1. 2008 December 30

    Life is not a matter of chance, but a matter of choice… Memang bener ya hidup seperti rollercoaster, kadang di atas, kadang kita di bawah :)

  2. 2008 December 31

    Dimas: Benar juga, hidup itu pilihan sih. Tapi kesempatan juga diperlukan, tergantung kita siap menyambut kesempatan itu atau tidak. Roller coaster kan seru tuh, bikin deg-degan….hahahha :D

  3. 2008 December 31

    Glad you stay :) Let’s make lemonade out of (this) lemon. Semangat mbak evi!!

  4. 2008 December 31

    Mya: Thanks ya….kadang2 yang asem2 gitu menyegarkan kan? daripada manis terus bikin diabetes..hehe :P

  5. 2009 January 15

    semoga dapat temapt kerja yang lebih baik ya. terus semangat!!!

  6. 2009 January 16

    The: thanks ya mbak….. :D

  7. 2009 February 4
    yanti permalink

    tetap kuat ya mbak..*salut sama kerja kerasnya*

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS