beberapa hal yang saya sukai di sangatta
Setelah tiga kali mengunjungi sangatta, aku menyimpulkan beberapa hal yang aku sukai di sangatta.
1. Tidak ada kemacetan,
Tinggal hampir dua tahun di Jakarta, dimana sampai saat ini masih misuh2 setiap kali terjebak kemacetan, tinggal di sangatta adalah sebuah relieved. Sangatta kota kabupaten yang ramai, meskipun demikian tidak sampai ada kemacetan. Selain itu, para pengendara, terutama yang bekerja di pertambangan merupakan pengendara yang baik. Saling memberi kesempatan, dan tidak ada ceritanya sopir seperti sopir metromini di ibukota.
2. Lega.
Meski ramai, disini masih banyak ruang yang tersisa. Ada sungai yang airnya mengalir deras, sudut penuh pepohonan yang sepi. Berbeda dengan Jkt yang di setiap sudut, dan mungkin kolong, ada manusianya. Sumpek, sempit.
3. Kabut dan udara segar
Karena berangkat kerja subuh-subuh, hampir setiap pagi kami bertemu dengan kabut dan udara dingin yang masih segar. Kecuali sudah sampai ke areal pertambangan yang sudah banyak kendaraan lalu lalang.
4. Burung-burung dan kupu-kupu yang beterbangan.
Indah sekali melihat burung-burung yang beterbangan seolah berkejaran. Kupu-kupu lalu lalang kemudian menghilang diantara rimbunnya daun-daun. Syukurlah masih ada tempat yang cukup nyaman untuk kalian
5. Ruang publik yang luas
Kalau di Jkt, jogging di pagi hari menjadi sesuatu yang mengerikan untukku. Membayangkan suitan laki-laki (yang entah apa maksudnya dan apa untungnya) sepanjang jalan. Harus jogging di treadmill? Harus masuk ke fitness center dan mbayar pula. Disini, jogging keliling kompleks di pagi hari menjadi sesuatu yg menyenangkan. Masih bisa menghirup udara segar, melihat tetesan embun di daun2 dan rumput, serta mendengar kicauan burung.
Ada juga beberapa lapangan sepakbola, taman bermain, dan tempat duduk-duduk yang bisa digunakan untuk umum secara gratis.
6. Tidak ada mall
Bukannya tidak butuh mall, tapi ketiadaan mall bisa berarti positif. Uang tidak akan cepat terkuras, dan para pelaku usaha kecil menengah akan memainkan peran pentingnya.
7. Murid-murid SD Kabo Jaya 003 yang pandai-pandai. Semoga keterbatasan fasilitas sekolah tidak menghalangi mereka untuk maju.
8. Ada warung Bakso Solo yang enak (bakso Solo Pak Dhe) , Cotto Makassar yang enak (di Warung Sulawesi), rumah makan seafood Idaman.
Ah, aku akan selalu ingat Sangatta



![UT 3, 4 & The Milky Way [video] UT 3, 4 & The Milky Way [video]](http://static.flickr.com/2633/4135738280_d16c9dd389_t.jpg)
Sekarang masi di Sangatta ya Vie?
Trusss…Lari pagi nggak???
Sheilla: Januari balik ke Jkt Sheil, trus Feb ini ke Sangatta lagi.
Thea: berhubung cuma libur hari minggu, larinya cuma seminggu sekali aja mbak. Kalo hari kerja kan kerja subuh2
Emang butuh balancing kali, vi. Crowded-nya jakarta vs langit sangatta tanpa pucuk bangunan. Daerah terpencil vs adanya peradaban
*ups, kirain di sangatta ga ada hehe
Sanggita: Udah ada peradaban kok Bu. Daerah yang ada pertambangan biasanya akan mengalami kemajuan dengan cepat, salah satu faktor pendorongnya antara lain, banyaknya perantau dari daerah lain terutama dari Jawa hehe
ben mbak evie kepengen.. :evil
beberapa hal yang saya sukai di JOGJA
Setelah 5 tahun lebih tinggal di Jogja, aku menyimpulkan beberapa hal yang aku sukai di Jogja.
1. Tidak ada kemacetan,
Hoho.. Walau kadang masih ada beberapa kemacetan di beberapa titik, terutama pada rush our, namun ndak separah Jancukarta.. kemacetan juga dikarenakan sempitnya jalan di jogja dan banyaknya sepeda motor.. namun overall, masih tetep nyaman..
2. Lega.
Kos-kosan saya masih cukup lega.. ini bukti bahwa di Jogja, penduduknya datang dan pergi..
3. Kabut dan udara segar
Hohoho.. Di tempatku masih ada.. Jelas.. hijaunya sawah masih ada..
4. Burung-burung dan kupu-kupu yang beterbangan.
Tiap pagi selalu kudengar suara kicau burung, kecuali kalo pas hujan.. bau harum tanah itu masih merekah..
5. Ruang publik yang luas
Jogja? Banyak banget.. Ndak keitung. Mulai dari angkringan, depan Vredeburg, Bunderan UGM, dooh..
6. Tidak ada mall
Walau di Jogja ada, saya jarang banget masuk moll (kecuali kalo diancam dan dipaksa)
7. Mahasiswi angkatan bawah yang sluurrpp yummy..
Hohohoh… Inilah sebabnya saya suka nongkrong di kampus (kecuali berburu duit) hehehe
8. Makanan?
Doh.. SUSAH neybutin satu-satu.. Wakakakaka
Ah, aku akan selalu cinta Jogja..
Zam: Ngiming2i tenan. Tapi emang Zam, aku setuju denganmu, Jogja tak ada tandingannya
Pengen punya rumah di Jogja nih, tp mesti ngumpulin duit dulu nih. Buka usaha restoran aja Zam
aiih, akhirnya ada yang jatuh cinta sama sangatta
Han: Hehe, bukannya jatuh cinta. Hanya berusaha menikmati saja. Kalau jatuh cinta sama kota, masih belum ada yg menggantikan jatuh cinta sama Jogja
sangatta…
aku baru pulang dari sangatta kemarin.Memang benar,nyampe di Cengkareng rasanya penat banget.
Mau nambahin :
1. Tulisan kota yang beda-beda.
Kota yang unik..Belum ada tulisan baku untuk kotanya,masing-masing tulisan di papan kotanya beda-beda. Ada yang nulis sengata,sangatta,atau sangata.
2. Tong sampah
bila kita menemukan tong sampah di pinggir jalan.tapi di sangatta,anda akan menemukan tong sampah ada di pembatas jalannya.
3. Tertib lalu lintas
memang benar kata evi..mengendarai mobil di sanggata apalagi naik mobil milik salah satu perusahaan tambang di sana kudu tertib. Harus make sabuk pengaman meski duduk di jok belakang,kecepatan yang teratur,dan harus berhenti bila nemu rambu berhenti.
ahh..baru satu hari tiba di jakarta,ternyata aku sudah merindukan sangatta.mudah-mudahan suatu saat nanti aku bisa kembali ke sangatta..
bagaimana dengan fasilitas kesehatan dan pendidikan bisa kasih infonya ?
Siapa yg berani menghina Sangatta…
LAnagkahi dulu mayatku….
Wah, ngeri banget ancamannya