akhir pekan yang terlalu cepat, hujan dan bus
February 18, 2008 — eviciplukHari ini sudah senin lagi. Libur satu hari di hari minggu berakhir tak berasa. Kemarin aku bisa bangun setengah delapan pagi, lalu ke mess hall untuk minum teh hangat dan makan telur ceplok untuk sarapan. Pergi ke mini market dan warung sulawesi untuk makan coto makassar pada siang harinya. Membaca dan menonton film di Cinemax, tanpa terasa hari sudah malam. Aaaaarrghhh, hari minggu sudah berakhir
Tuan rumahku selama di project, orang yang selalu kutumpangi mobilnya untuk naik ke kantor (kantornya di perbukitan yang ditambang), hari senin ini harus medical check up. Dia baru bisa naik setelah waktu makan siang. Itu artinya aku harus berusaha untuk naik ke kantor sendiri. Dengan cara apa terserah, asal aman tentunya. Tadinya berniat untuk “menodong” orang yang memegang mobil untuk ikut menumpang. Kenyataannya, sepanjang hari minggu aku tidak menemukan orang yang potensial untuk kuminta tumpangan. Minta pada orang tak dikenal? Tak enak dan malu rasanya. Apalagi mereka laki-laki. Sebenarnya tidak ada masalah dengan gender ini, justru kadang lebih nyaman karena laki-laki lebih rasional dan fair. Tidak seperti perempuan yang penuh rasa curiga, iri dan tersaingi. Hah, kadang-kadang aku tak suka dengan perempuan
Akhirnya, karena tak dapat tumpangan, aku-pun harus naik bus jemputan. Resiko-nya harus siap2 menunggu di halte depan camp lebih pagi. Dan jelas, aku tak bisa keluar dari kamar jam setengah enam pagi seperti biasanya. Bakal ketinggalan bus :( Meskipun baru tidur jam setengah 12, aku tak mengalami masalah ketika harus bangun setengah lima, dan tanpa bermalas2an harus langsung mandi. Mungkin setelah tiga minggu ini, badanku sudah menyesuaikan diri dengan ritme bekerja sejak subuh. Masalah muncul ketika hujan tiba2 turun. Kenapa hujan harus turun di jam segini, ketika kami harus bersiap-siap untuk berangkat? Kenapa tidak tadi sore atau malam saja?
Jam lima tepat aku sudah meluncur ke mess hall setelah menerobos hujan dengan tutup kepala sweater. Sambil menunggu bus datang jam 05.15, aku sempat membuat teh dan memanggang roti untuk kubungkus. Biasanya, aku tak pernah sempat memanggang roti apalagi minum teh. Roti dengan selai strawberry kubungkus di kertas minyak, lalu dengan beberapa teman langsung menuju halte. Di luar, hujan semakin deras, dan menggigil-lah aku di halte. What the hell am i doing here right now? At 5.15 am in the morning, in the middle of freaking rain!!











