mengantuk

huaaaa.jpg 

Bekerja 11 jam sehari, terjaga 18 jam sehari, tidur 6 jam sehari, enam hari dalam seminggu. Hari ini aku sangat mengantuk, setelah pada hari minggu travelling dari pagi hingga malam. Aku benar2 membutuhkan secangkir kopi latte yang sangat yummy untuk membangunkanku. Sepotong roti atau donat rasa coklat yang enak :P Tapi dimana mendapatkan itu disini? Tolong kirimkan padaku roti dan kopinya….

caffe_gusto_coffee_table.jpg

Aku mengantuk tapi tentu saja tak boleh tidur.

masih tentang sangatta

blue-sky.jpg 

 * Langit yang selalu biru di Sangatta

 Ini kesekian kalinya aku menulis mengenai Sangatta. Menulis memang benar “menyembuhkan”. Seperti curhat kepada seseorang yang akan setia mendengarkan dan tidak akan protes atau mencela apa yang kau katakan. Kecuali jika ada komentator yang protes :D

Travelling memang sangat berguna. Dalam arti kita pergi ke tempat lain yang bukan kampung halaman dan tidak kita kenal sebelumnya. Bepergian membuka mata kita, memperkaya pengalaman, dan menyadarkan kita bahwa di belahan bumi yang lain segala sesuatunya bisa sangat berbeda.

Sangatta, adalah kota yang berkembang karena adanya tambang batubara terbesar di Kalimantan Timur. Di wilayah ini terkuak isi perut bumi yang sangat bernilai. Yang diambil hingga lebih dari 20 juta ton setiap tahunnya. Dan diperkirakan belum akan habis hingga 20 tahun mendatang. Orang-orang dari penjuru tanah airpun berdatangan untuk mencari penghidupan. 60% dari seluruh penduduk Sangatta bekerja di sektor pertambangan mulai dari staff sampai pegawai rendah. Jumlah pendatang tidak kalah banyaknya dan hampir “menyingkirkan” posisi penduduk asli yang merupakan suku Dayak dan Kutai.

Read the rest of this entry »

masa nomaden belum berakhir

hari-yang-cerah.jpg 

 *Suatu hari yang cerah di bumi Borneo

Sudah tepat dua minggu bekerja di site. Rasanya bagaimana? Hmm, tidak ada rasanya. Semuanya sudah menjadi terbiasa. Tetapi aku bersyukur karenanya, rasa bosan yang sempat melanda pada minggu-minggu pertama sudah tidak kurasakan lagi :) meskipun masa “adaptasi” tubuhku dengan iklim disini masih terus berlanjut. Kulit tangan dan wajahku menjadi lebih gelap daripada sebelumnya :( sayang sekali memang, aku justru membawa body lotion yang total moisture, bukan yang whitening dan ada UV filternya. Sigh, aku kurang suka kulitku menjadi gelap :mrgreen:

Setelah kemarin itu terkena diare, lalu kakiku pun menjadi bentol-bentol merah yang sangat gatal. Kalau digaruk sih, wenak tenan :mrgreen: Kata dokter di klinik, kulitku mengalami alergi, bisa disebabkan oleh air, debu atau binatang2 kecil yang beterbangan di sekitar tambang :twisted: Aku-pun diberi salep Hydrocortisone dan kini rasa gatalnya sudah berkurang. Setelah itu, aku pun terkena batuk dan flu, yang sekarang pun sudah membaik setelah aku meminum obat batuk hitam yang kubeli di koperasi KPC. Lengkap bukan?

Read the rest of this entry »

tentang kehidupan di site

sunrise-in-sangatta.jpg 

*Matahari terbit di Sangatta

 Sudah seminggu bekerja di site. Merasakan atmosfir baru, ritme baru, orang-orang baru, dan aku (apakah aku baru? entahlah). Aku ingin menggambarkan beberapa hal dan rutinitas disini.

Pagi hari adalah saat yang terberat. Untuk mulai bekerja jam enam pagi, kami harus berangkat dari camp (mess) jam setengah enam. Untuk bisa siap setengah enam, paling tidak harus mandi jam lima pagi. Untuk bisa mandi jam lima pagi, paling tidak harus bangun jam lima kurang seperempat. Karena hampir tidak mungkin begitu melek langsung mandi, apalagi mesti melawan rasa kantuk dan tubuh yang belum rela bangun. Tiga sampai empat hari pertama berat sekali untukku. Badanku masih jetlag, apalagi waktu kaltim satu jam lebih cepat dari waktu jakarta. Kalau bangun setengah lima pagi disini, itu sama saja dengan bangun setengah empat waktu jakarta. Siapa yang mau bangun jam segitu? :twisted:

Aku menyetel dua alarm setiap pagi, jam 04.30 dan 05.00. Harus dua kali, kalau tidak, aku bisa terlelap lagi. Akhirnya jadi begini, setengah lima alarm pertama bunyi, lima menit kemudian bangun untuk sholat subuh. Habis sholat, lumayan masih punya 10-20 menit, aku pun meringsek lagi di bawah selimut. Gosh, badanku benar2 tak rela bangun. Akhirnya mandi jam lima (seringnya jam lima lebih :P ) dan dengan terburu2 menyemprotkan splash cologne, mengoleskan lotion ke kaki dan tangan (aku hampir tak bisa pergi tanpa pakai lotion dulu :P ), berpakaian, memakai moisturaiser dan bedak(kalau msh ada waktu) mengambil kaus kaki dari lemari, dan keluar dari kamar dengan cepat, jam setengah enam (atau lebih). Kenyataannya aku lebih sering tak sempat memakai bedak, blush on dan lip gloss sebelum berangkat, jadi aku memakainya sesampai di kantor :twisted:

Read the rest of this entry »

sakit pertama di Sangatta

Seperti banyak orang mengingatkan kalau baru datang ke Papua hati-hati kena malaria, hal itu pula terjadi padaku di Sangatta. Tapi ini bukan malaria. Hari kamis lalu, aku dan beberapa orang HR “turun” dari pit ke kota untuk menemui beberapa orang yang perlu ditemui :twisted: kami tidak kembali ke kantor di tengah2 pit (tempat penambangan) yang cukup jauh dimato dari kota. Sore itu, seseorang berinisiatif untuk makan diluar karena bosan dengan makanan di mess. Kalau aku, karena baru dua hari di mess, belum merasa bosan dengan makanan itu. Apalagi gratis bo!

Kami pun memutuskan untuk makan di sebuah rumah makan seafood Raja Sari Laut. Katanya itu enak, dan sebagai alternatif lain dari rumah makan seafood favorit lainnya yaitu Idaman. Seperti bentuk bangunan di Kalimantan pada umumnya, rumah makan ini sederhana sekali, rumah panggung yang terbuat dari kayu. Aku memesan ikan nila bakar dan jus jambu merah. Yang lain, ada yang pesan udang bakar, cumi bakar, dan bawal bakar. Semuanya memakai sambal dan lalapan. Lalu, makanlah kami semua. Sambalnya tidak terlalu pedas, karena aku pernah makan yang lebih pedas dari itu. Sambal itu justru kebanyakan tomat menurutku. Aku juga sempat mencicipi udang dan bawal pesanan rekan-rekan kerjaku. Semuanya lancar dan kami kenyang hingga malam itu.

Read the rest of this entry »