disiplin adalah kunci dari kesuksesan
Judulnya memang serius sekali, tapi memang benar kan kalau disiplin adalah kunci dari kesuksesan? Karena ketidak disiplinan bisa “ruin your life”. Itu yang kualami kemarin
Ketinggalan pesawat dua kali nyaris membuat jadwal dan pekerjaanku berantakan. Takkan kuulangi lagiiii!!
Dengan penerbangan ke Balikpapan jam 4 sore, aku dengan pedenya baru minta diantar sopir jam 2 siang. Dua jam sebelumya? Memang. Tapi ini Jakarta! Ditambah, aku masih meninggalkan koperku di kost yang memang tak jauh dari kantor dan searah jalan ke airport. Tapi mampir kost dan mengambil koper sampai menuju jalan raya lagi bisa memakan waktu 15 menit, dan untuk insane traffic di kota ini, 15 menit berarti banyak! Mungkin semua orang akan ke airport sehingga jalan menuju blok M saja tersendat, dan oh my God, lambaaat sekali. Lewat Blok M, Sudirman, sampai masuk toll, sama lambatnya, oh, i’m gonna miss my flight
Sampai di toll kapuk keadaan tidak berubah dan waktu sudah menunjukkan jam tiga seperempat. Mungkin sekarang masih bisa check in, tapi aku masih jauuuuh dari airport hiks. Akhirnya kutelpon bagian travel kantorku dan minta diarrange untuk flight berikutnya (kalau ada) karena tidak mungkin aku ikut yang jam empat. Hihi, dengan sedikit mengomel, akhirnya si Mbak mengecek ke Garuda supaya aku bisa ikut last flight ke Balikpapan. Selepas toll tomang dan tanjung priok ternyata banyak kendaraan keluar toll, sehingga akhirnya sang sopir pengantarku bisa mengebut dan aku “berhasil” sampai ke airport jam 15.40. Counter check ini untuk jam 4 sudah tidak ada, dan ganti dengan penerbangan 17.30. Yah, untungnya aku masih bisa ikut flight berikutnya tanpa charge tambahan.
Oya, karena setengah berlari (berharap masih bisa ikut yang jam 4) aku masuk saja ke pintu check in Garuda tanpa melihat-lihat. Sampai didalam, kok sepi sekali?? Oh pantas, ini untuk tujuan internasional, dan untuk tujuan nasional ada di pintu masuk satunya yang sebelah kanan
Ternyata masalah belum selesai, setelah menunggu satu jam, diumumkan bahwa pesawat delay sampai jam 7 malam. Memang benar, delay tidak datang pada saat kita butuhkan hiks. Jadilah aku menunggu sambil menghubungi teman-teman Balikpapan yang akan menyambutku (pede!!) dan mengajakku berkeliling Balikpapan dan makan kepiting malam itu. Karena delay, aku jadi mendarat di Balik jam 11 malam (1 jam lbh cepat dr waktu jkt) dan sampai di hotel setengah 12. Semua acara jalan2 batal, karena aku sudah terlalu capek. Apalagi keesokan paginya aku harus terbang lagi dengan pesawat jam 6 pagi untuk ke proyek di Sangatta, Kaltim. Yah, waktu adalah uang, atau waktu adalah tak ternilai (priceless).
Keesokan paginya seperti de javu. Sudah tahu pesawat berangkat jam 6 pagi, aku malah berangkat jam setengah enam dari hotel. Dasar dodol!!
karena kupikir, karena ini pesawat carteran milik KPC (Kaltim Prima Coal-red) tidak akan seperti pesawat pada umumnya dan kita bisa check in bahkan 10 menit sebelumnya. Ternyata oh ternyata, sampai disana, tak seorangpun ada di counter check in. Menurut petugas airport, pesawat sudah boarding dan karena ini pesawat carteran, tidak memiliki banyak kru. Ketika boarding, semua kru ikut mengurus dan mengantar hingga ke pesawat. Aku pun hanya terpaku di depan counter dengan berbagai pikiran berkecamuk. Gawat bagaimana ini, aku tak jadi ke Sangatta. Penerbangan ke Sangatta ini penerbangan perintis, tdk seperti ke kota2 besar yang bisa ganti flight seenaknya. Ini pesawat carteran KPC, tak ada lagi penerbangan kesana. Apa yang mesti kukatakan ke bossku? Ketinggalan pesawat? Tak professional sekali. Yah benar, diumumkan bahwa “pesawat Airfast KPC menuju Tanjung Bara (bandara di Sangatta) telah berangkat”. dan meninggalkanku seorang diri di bandara Balikpapan.
Aku percaya ditengah himpitan, kadang “keajaiban” itu ada. Atau tepatnya berkah dari Tuhan. Tapi sungguh, ini tak akan kugunakan sebagai excuses untuk melakukan hal yang sama. Setelah pesawat pergi, dua orang kru kembali ke konter. Dan dengan lesu kutanya mereka; “mbak, saya ketinggalan pesawat ya?, ada penerbangan berikutnya tidak ke Sangatta?” Kata mbaknya: “lho, mbak namanya siapa?” Setelah kusebutkan namaku, dia mengecek ke daftar penumpang, lalu meneruskan “nama Mbak nggak ada kok di daftar ini, tadi penumpangnya sudah check in semua”. Lalu dia kembali mengecek di kertas yang lain, oh, Mbak Evi ya? Mbak ikutnya nanti pesawat Airfast yang jam 9. Mbak dari PT. T*** kan? Iya, kujawab. Dia: “iya benar, Mbak nanti pesawatnya jam 9, tunggu aja, nanti check in jam setengah delapan ya?” Wow!! lega sekali rasanya. Tapi terus terang, aku tidak begitu senang, karena kutahu, aku hampir saja mengacaukan semuanya gara-gara keterlambatanku.
Oya, aku masih inget betul bahwa aku diberi tahu bagian travel kalau pesawatku jam 6 pagi. Kok bisa ganti jam 9. Pesawat ini memang tak pakai tiket karena penerbangan khusus. Nama penumpang sudah didaftarkan bagian travel ke maskapai, dan penumpang tinggal check in dengan menunjukkan identitas. Ya, aku masih beruntung. Thanks God.
Untungnya lagi, jadwalku di proyek tidak terpengaruh sama sekali
Oya, aku mengirim ini dari proyek tambang batu bara di pedalaman Kalimantan
enak ya, kalau internet ada dimana-mana? Hihihihi




Wah, selamat bertualang di kalimantan, mbak. ditunggu ceritanya! kalo nanti pulang ke jakarta, jangan ketinggalan pesawat lagi loh….
Wadohhhhhh lain kali jangan telat lagi yahhh.
Jangan lupa makan kepiting kenari dekat airport, enakkk bangettt
Mya& Sheila: Iya-iya, ga telat lagi deh. Nanti pasti lebih prepare. Deg2annya itu loh.
Iya Sheila, nanti aku mampir BPN lagi, pasti kucobain tuh kepiting..hihi..yummy…:P
hua..
saya pengen keluyuran ke borneo…
huaaa…
eh, ada lowongan ndak mbak? jadi satpamnya situ yg bisa bengak-bengok kalo njenengan ndak sesuai skedul?
wikikikik
*biar bisa ikutan jeng-jeng niatnya*
Zam: Bisa aja Zam, ketoke kamu tuh cocoknya di bagian IT. Tapi karena kamu ndak pengen di Jkt, kamu bisa jadi IT di proyek, meskipun IT Jkt juga sering di panggil ke lokasi kalau ada masalah. Lowongan ya? Tar ya, klo ada yang sesuai bisa tak forward ke emailmu. Weeee, udah siap nih meninggalkan Jogja dan melanglang buana?? Semangat Zam !!
aku juga mau lowongannya! *mencari kerja mode on*
Mya: Wee… lah, kok ikut2an Zam to?? Hihihi. rumput tetangga selalu kelihatan lebih hijau ya?:P
hohohoho, padahal aku orang yg ngga bisa diselipin, gimana nih??
pasmajaya: loh, kok diselipin sih?
Benar saya setuju
tapi disiplin itu LUAS…
Kalau saya lebih setuju..
MENEMPATKAN SESUATU PADA TEMPATNYA
Jauhari: Yaya, memang disiplin itu emang luas, ga cuma soal mematuhi waktu saja. tapi emang kan, untuk meraih kesuksesan kita mesti disiplin?? Hehe makasih udah mampir kesini yah :p
Point GFFmu dah banyak dong Vy???
Thea: Malah belum sempat buat tuh mbak. Ntar deh, aku buat, lumayan bisa dpt tiket gratis to?
iya..bikin dong. aku aja dah bisa dapet tiket gratis ke jogja:)
Thea: Sip mbak, tar aku buat deh. Habis ga sempat ngurusnya Je..