seandainya aku punya begitu banyak energi…dan waktu

Banyak sekali hal yang ingin dan harus aku lakukan. Tapi entah mengapa, tidak banyak dari hal-hal itu yang berhasil aku selesaikan. Ingin membereskan dan membersihkan kamarku yang memang tidak pernah benar2 rapi. Ingin “menyingkirkan” barang2 yang sebenarnya tidak terlalu kuperlukan dan memenuhi kamar kostku. Seharusnya aku punya energi untuk membongkar, memilih dan mengepak barang2 itu kedalam sebuah box dan mengirimkannya ke rumahku di Tegal, karena kupikir sebaiknya barang2 itu kuberikan kepada keluarga dan saudara2ku dibanding diberikan kepada orang2 (yang membutuhkan) di Jakarta. Bukan apa2, baju2ku yang sudah kekecilan atau tidak aktif pakai lagi bisa dipakai oleh adik2 sepupuku. Barang yang lain bisa dipakai oleh adikku, ibuku, tanteku, bahkan nenekku :)

Read the rest of this entry »

ganti theme lagi

Selama ini aku selalu mengganti-ganti theme, dan selalu merasa belum puas. Aku suka template yang putih, bersih, simple, dengan tulisan di blog yang jelas. Karena blog yang terlalu “ramai” dengan warna-warni, serta tulisan terlalu kecil akan membuat orang malas membacanya. Setidaknya itu yang terjadi padaku, kalau sedang blog walking lalu menemui blog yang template-nya ramai sekali, langsung membuatku malas membacanya. Hari ini, aku ganti dengan templat yang ini, cukup mewakili apa keinginanku :D Mungkin kalau ada theme baru di wordpress yang lebih “bersih” dan menarik lagi, bukan tidak mungkin aku akan menggantinya lagi :D

sundry

sarapan nasi langgi di Bu Rakiyah, nasi lengkonya bu Raimah, teh poci wasgitel (wangi, sepet legi kentel), rujak kangkung dan rujak ulegnya Yani, kaligung, bubur kacang hijau dan ketan hitam, soto ayam Sedap Malam :P, tahu aci, tahu pletok, pisang goreng, martabak lebaksiu, ketupat gelabed Man Tahir, Bakso Sapi Om Wahid, siwil goreng Yu Jaetun, jalan kaki sepanjang Jl Abuseri ke Kawedanan, mie ayam ceker, cilok sebelah masjid, pasar banjaran, pasar banjaran permai, SMP 1 Adiwerna, anak2 kelas 1 H, 2H dan 3H (salah sekolahnya nih, gak diacak, jadi 3 tahun temannya2 itu2 saja), rujak teplak, jajanan pasar, angkot warna ungu, pasar Trayeman, taman bunga Slawi, bakso kumis, pasar lama Slawi, SMU 1 Slawi, anak-anak kelas 1A, 2F, IPA4, warung depan sekolah, kantin2 sekolah, tempe mendoan, soto ayam murah, sate ayam PLN, Guci, selada air, wortel, alun-alun Tegal, Marina, Dedi Jaya Plaza, PAI, toko buku Pena Mas, toko sepatu kanada, Stasiun Tegal, jajanan alun2; klepon, cenil, cetot, gemblong kicak, ketan hitam dan kelapa, somay, ayam bakar alun2, wedang ronde, masjid Agung.  

Haha, ternyata aku punya banyak daftar dan alasan untuk kangen dengan kampungku, dan suasana kampung tentunya. Tulisan diatas dalam rangka kejenuhan atas kehidupan keras dan membanting-banting emosi akhir2 ini. I am so irritated. Life is tough. You will never get all of what you want (or need). I wanna go home.

 

saatnya berburu

Puasa sebentar lagi. Selain sukacita dan rasa syukur bisa diberi kesempatan untuk bertemu lagi dengan bulan ramadhan, ada satu hal penting lainnya yang harus dilakukan olehku (dan jutaan orang lainnya) sebagai pendatang di Jakarta untuk berburu tiket mudik. Susahnya mencari tiket mudik menambah daftar panjang alasan kenapa aku tidak menyukai Jakarta hingga saat ini :(

Sebelum merantau di ibukota, hiruk pikuk arus mudik, penumpang kehabisan tiket sementara tiket di tangan para calo masih banyak, penumpang terlantar, hingga penumpang berdesak-desakan di bus maupun kereta ekonomi karena mereka tidak mampu membeli tiket eksekutif yang harganya ratusan ribu; semua itu hanya aku lihat di televisi ataupun koran. Sekarang, bah, aku mengalaminya sendiri. Sebenarnya mudik tahun ini adalah mudik keduaku, setelah 1,5 tahun lebih tinggal di Jakarta. Pengalaman mudik tahun lalu sudah cukup “menamparku” bahwa rutinitas mudikku kali ini tidak akan sama lagi. I have to work hard to get a ticket!!

Read the rest of this entry »

no more Gilmore

Salah satu kelemahanku ketika terlalu suka dengan sebuah film, apalagi berseri, adalah aku akan seperti terbawa dan mengalami sendiri bagaimana kisah dan tokoh dalam film itu :( . Gilmore Girls adalah serial TV yang aku ikuti/ tonton dari musim pertama sampai musim terakhir/ ketujuh. Musim pertama, aku tonton waktu masih kuliah dulu di Jogja, sekitar tahun 2001. Waktu itu Gilmore Girls ditayangkan Trans TV setiap minggu siang, sehingga mesti menunggu seminggu untuk mengetahui episode selanjutnya.

Season satu aku tonton lagi ketika aku sudah tinggal di Jakarta. Aku membeli VCD aslinya (bukan bajakan) musim pertama itu. Dulu waktu kuliah, aku tidak akan mampu membelinya. Selesai musim pertama, aku pun mulai hunting musim-musim selanjutnya. Dan akhirnya berhasil mendapatkannya musim permusim. Sayang sekali, dari musim kedua sampai ketujuh aku tidak (berhasil) mendapatkan yang original. Seperti kita tahu, di Jakarta mudah sekali mencari VCD non original dari film-film serial yang lumayan ngetop.

Read the rest of this entry »