Three nights in three different places part 3
28 Juli 2007
Sampai dimana ya ceritanya? Oya, sudah sampai di Senakin. Selama disana, kami bertemu dengan Project Manager Thiess dan Arutmin mengenai masalah dengan masyarakat atas tuntutan mereka untuk diberi pekerjaan dan mempermasalahkan para apprentice (lulusan STM yang disaring oleh perusahaanku untuk magang dan bekerja) karena para apprentice ini bukan putra daerah. Masyarakat mengancam akan berdemonstrasi dan memblokade tambang. Akhirnya masalah ini bisa diredam setelah kami memanggil polisi dan mendatangi para provokator satu persatu. Sedangkan rencana jangka pendeknya, kami akan membuat pelatihan gratis untuk masyarakat dalam berbagai bidang, sehingga mereka memiliki skill yang bisa digunakan di tempat lain.
Aku juga sempat mengunjungi SMP terdekat yang ada di Senakin. Setelah setengah jam melewati jalan yang setengah off road, sampailah aku di SMPN Sang-sang. Satu-satunya SMP di Kecamatan Senakin. Sedih rasanya melihat kondisi SMP ini. Bangunan berupa rumah panggung dari kayu, terdiri dari empat ruang; tiga ruang kelas dan satu ruang guru. Tidak ada perpustakaan, toilet, laboratorium, atau ruang pertemuan. Padahal murid sekolah ini banyak. Ini bisa kulihat dari banyaknya meja dan kursi di setiap kelasnya. Lantai kayu, dan papan tulis masih menggunakan blackboard dan kapur. Guru? Hanya ada tiga, masing-masing mengajar setiap kelas, dan semua mata pelajaran!! Kata seorang guru “ya, beginilah Mbak, kalau mengajar Bahasa Inggris ya sebisa saya, dan tidak memenuhi kurikulum”. Bagaimana bangsa ini bisa bersaing kalau pendidikan di daerah seperti ini. Mau sekolah yang bagus? Mahal! Bagi mereka makan saja susah. Oya, anak-anak di SMP ini jika tidak memiliki sepeda harus berjalan kaki 3-5 km setiap hari ke sekolah. Jadi malu aku, dulu sekolah masih bisa naik angkot masih saja suka mengeluh dan malas belajar
Harusnya para koruptor itu diajak melihat kesini, dan lihatlah bahwa uang yang dinikmatinya secara illegal itu adalah hak-hak mereka, hak-hak anak-anak ini.
Di SMP inilah kami akan menyelenggarakan Employee Voluntary Program, dimana seminggu sekali, karyawan2 akan secara sukarela mengajar dan berkomunikasi dengan anak-anak dalam Bahasa Inggris. Kami juga akan memberikan bantuan buku dan alat-alat peraga melalui Library Support Program. Senang sekali aku kalau programnya dimulai nanti.
Rencana menginap semalam lagi di Senakin batal karena kami harus bertemu dengan wakil Bupati Kotabaru untuk membicarakan masalah training untuk masyarakat. Jadilah, sore itu kami naik speedboat lagi, menyebrang lagi ke Kotabaru. Malam itu, kami menginap di Kartika Hotel, Kotabaru. Hotel sederhana ini adalah hotel terbaik di Kotabaru..hehe. No complain about it.
Oya, aku sempat bereunian dengan seorang teman SMA yang terdampar jadi pegawai PLN di Kotabaru. Setelah hampir enam tahun tidak bertemu, malah bertemu di pulau terpencil nun jauh dari kampung halaman. Thanks Fif, udah mentraktir nasi goreng dan gorengan, dan ngobrol2nya. Good to see you
Keesokan paginya, aku kembali bertolak dari Kotabaru ke Banjarmasin, dan dari Banjarmasin berlari-lari karena pesawat Garuda kami sudah boarding menuju Jakarta. Yah, kembali lagi ke Jakarta. Dengan panasnya, polusinya, rawannya, individualitasnya, dan keegoisan orang-orangnya. Hmm, aroma hutan dan laut di perairan Pulau Laut akan kurindukan selalu.
Selesai




Mbak Evi keren
Sengaja dipanggil ke daerah buat jadi negosiator kah? Ahahaha, aku juga pengen dapet tugas di luar kota nih. Selama ini yang paling jauh cuma di tangerang. blah.
Sebenarnya baru belajar negosiasi Mia. Tapi asyik juga sih, ketemu orang-orang terkait untuk mencari jalan keluar dari masalah dan membuat rencana program untuk masyarakat.
Aku jarang kok ke proyek, malah aku lihat kerjaanmu asyik banget, liputan kesana sini. Kalau aku lagi di Jkt ya dibalik meja aja. Wah, rumput tetangga selalu lebih hijau ya?
Mbak, boleh tau gak nomor telepon hotel kartika yang di kota baru. Saya akan ke kotabaru, tapi bingung pesen hotelnya, karna travel agent di jakarta gak ada yang punya link kesana.
Terima kasih sebelumnya.
Mbak Ita, wah, saya ga tau nih Mbak Ita udah keburu ke Kotabaru belum. Saya baru bisa akses internet skrg. Udah gitu, trnyata saya tdk simpan nomornya Hotel Kartika, krn wktu itu sdh diurus semua oleh dept. travel kantor saya. Selain Kartika ada bbrp hotel lain kok, jd kalau sudah sampai disana bisa langsung cari2. maaf tdk bisa membantu ya
Mbak Evi, saya belum ke kotabaru. Minggu ini rencana. Saya sudah dapat nomor teleponnya dari Pak Google
Terima kasih ya Mbak.
Ita: Ok deh Mbak. Selamat ke kotabaru ya. Kotanya kecil loh, jangan bosan nanti ya…