rumah baru
June 29, 2007 — eviciplukKehidupan nomaden ternyata tidak hanya monopoli masyarakat jaman purba atau jaman berburu dan meramu saja. Bahkan seorang aku-pun bisa juga hidup nomaden
. Orang-orang yang ada di dekatku pasti tahu bagaimana malang (?) melintang di dunia per kos-kosan. Bukan sebagai pemilik (ini sih enak :P) tapi sebagai penyewa. Empat kali dalam setahun 2 bulan bo! Rekor kan?
Menariknya, setiap kali aku pindah ke tempat baru aku tidak merasa menyesal atau kehilangan apapun di kost sebelumnya. Artinya, aku selalu mendapatkan yang lebih baik setiap kali pindah. Bagus bukan? Kita kan selalu ingin mendapatkan yang lebih baik ketika mengambil suatu langkah atau meninggalkan sesuatu yang lama.
Nah, aku mau menceritakan sedikit mengenai tempat tinggalku yang baru ini. Letaknya di Kompleks Keuangan, masih di Jl Fatmawati Jaksel. Kompleks perumahan yang bagus, diawali sebuah masjid besar di pintu masuk perumahan. Pada waktu-waktu sholat, terutama sholat maghrib banyak orang yang mampir untuk sholat. Dan ini membuat jalan menuju kompleks menjadi sesak karena banyak mobil diparkir, dan mobil keluar masuk. Kostku masuk kedalam kompleks itu. Rumahnya tua, dan untuk sebagian orang katanya “mencekam” hihihi. Aku sendiri sempat berpikiran begitu ketika pertama kali melihatnya.
Rumah itu terlihat tua karena rumah kanan-kirinya dan rumah-rumah lain di kompleks itu sudah direnovasi dan menjadi rumah bergaya modern. Sementara kostku, sejak Ibu kost menempatinya tahun 1970an.. (ya benar, 70an, sebelum aku lahir), rumahnya ya itu saja. Hanya diperbaiki kalau ada yang rusak, bocor, di cat ulang, dll. Tapi rumah itu, ya masih tetap bergaya jadul. Setelah menempatinya sih, aku tidak merasa mencekam sama sekali. Justru merasa tenang…hehehe.
Salah satu hal yang membedakan rumah kost ini dengan rumah-rumah tetangga adalah banyaknya tanaman dan pohon2 yang tdk dimiliki rumah lain. Di depan rumah berdiri sebuah pohon mangga yang cukup besar. Cabang-cabang, ranting dan daunnya cukup membuat rumah menjadi adem meskipun siang sangat terik. Kamar-kamar kost yang berjumlah lima buah berada dibelakang rumah induk. Di sebelah kiri, tiga kamar berderet yang salah satunya adalah kamarku. Di seberang, di sebelah kanan, ada kamar kost, kamar pembantu, dapur(wastafel, kompor gas, meja makan, dan kulkas), tiga kamar mandi, dan diujung sana, kamar kost lagi.
Dan apa yang ada di tengah-tengan kedua sisi ini? Adalah sebuah “kebun” kecil yang berisi, pohon jambu air, jambu biji, pepaya, pohon jeruk, pohon salam, pohon belimbing besar, dan banyak tanaman anggrek dan bunga lain yang tertata rapi dalam pot. Benar-benar serasa di kampung :) . Saat ini, pohon belimbingnya sedang berbuah banyaaakk sekali, sampai berjatuhan. Kami, anak-anak kost sudah tidak mampu lagi kalau harus ngerujak lagi karena buahnya begitu banyak. Kalau hujan, pinggiran lantai di depan kamarku jg ikut basah. Yah begitulah. Belum tahu sampai kapan aku berada di rumah ini. Mudah2an betah terus sampai waktunya untuk memilih jalan hidup yang lain. Yang lebih baik tentunya. Seperti aku tidak pernah menyesal meninggalkan ketiga kostku yang sebelumnya. Here I am, with the life that i got.