Intro: Posting ini merupakan catatan saya dan saya tujukan pada diri saya sendiri. Jadi jika anda membacanya, jangan merasa seperti digurui ya?
Ternyata benar, dalam sesuatu serumit apapun, berada diantara orang (orang) seperti apapun, selalu ada pelajaran berharga yang bisa kita ambil. Mungkin pelajaran tersebut sudah kita tahu, namun rasanya akan berbeda jika kita mengalaminya dan menyadarinya secara nyata pula. Ini dia, beberapa hal yang berhasil aku dapat (dan sadari):
1. Berpikir positif adalah segalanya.
Pikiran positif menunjukkan isi hati kita, isi kepala kita, apa yang kita pikirkan, dan seberapa bijak dan dewasa kita dalam menjalani hidup ini. Berpikirlah positif dalam segala sesuatu, semua situasi, semua orang dengan atribut dan profesi yang mereka miliki. Berpikir negatif terhadap segala sesuatu hanya membuat seseorang justru terlihat “rendah”, dan pesimis menghadapi hidup ini. Berpikir negatif juga bukti bahwa seseorang tidak puas dengan hidupnya sendiri. Berpikir negatif membuktikan bahwa seseorang merasa “terancam” dengan posisi orang lain, karena dia kemungkinan besar tidak mampu mencapai posisi tersebut.
2. Menjelek-jelekan orang lain untuk membuat orang lain terlihat lebih rendah dan membuat diri kita terlihat lebih baik? Oh, riddiculus.
Ayolah, mencari-cari keburukan orang lain? Dari segala sisi? Lha, kalau orangnya baik-baik saja, mau dicari kesalahannya dimana? Pertanyaan “Dulu kalau nggak diterima UMPTN mau ngapain? Kerja? Pasti sekarang masih di kampung ya?” Aduh, maaf udah telanjur lulus UMPTN tuh, udah lulus kuliah pula.
3. Berpikir bahwa kesuksesan seseorang adalah keberuntungan semata? Oh, siapa yang masih bilang begitu hari gini?
Pernah baca biografinya orang-orang sukses dan terkenal? Adakah diantara mereka yang sukses “hanya” karena keberuntungan? Mereka bekerja lebih keras dari banyak orang di dunia ini.
4. Berjuanglah, karena hidup ini perjuangan.
Orang tua tidak akan selamanya ada untuk memberi makan kita. Pacar bisa pergi jauh dan meninggalkan kita. Saudara? Punya urusan sendiri. Suami? Dia bisa saja suatu saat berhenti dari pekerjaannya, sakit atau cedera dan tidak mampu bekerja lagi, atau bahkan meninggal. Memang berjuang bukan semata untuk uang. Tapi salah satu indikator penting berhasilnya perjuangan seseorang dalam hidup ini adalah ketika seseorang mampu menghidupi dirinya sendiri.
Berhentilah berharap orang lain akan selalu memberi kita. Berusahalah sendiri. Belajarlah menggantikan kata “meminta” dengan “memberi”. Tuhan memberikan kita kehidupan bukan untuk duduk bersantai-santai, menyia-nyiakan waktu, dan berharap seseorang akan datang membawa harta kekayaan. Tidak.
4. Klasik sih: Jangan jadi katak dalam tempurung, keluarlah dari dekapan hangat ibumu!
Di luar sana, dunia ini jauh lebih menarik. Betapa banyak tantangan di luar sana yang akan membuat membuat hidup kita berwarna. Beranggapan bahwa tempat tinggal selama 30 tahun terakhir adalah tempat paling baik di dunia? Salah. Beranggapan bahwa orang-orang kasihan karena harus meninggalkan kampung halamannya disana untuk mencari nafkah, harus mengontrak tempat tinggal sempit, jauh dari keluarga? Ayolah, apakah hidup bersama orang tua, dengan makanan yang selalu tersedia di meja jauh lebih baik? Iya, kalau usiamu belasan tahun.
5. Menyebut kesalahan-kesalahan orang lain untuk membenarkan kesalahan diri sendiri?
Ya, memang tidak ada orang yang bersih dari dosa di dunia ini. Tapi, jangan-jangan kesalahan orang lain tidak sebesar kesalahan kita.
6. Jujurlah dengan keadaan diri sendiri.
Tidak perlu berbicara setinggi langit, kalau kenyataannya kita tidak mampu (tidak mau repot2) untuk kesana.
7. Membenci seseorang karena seseorang memiliki sesuatu (hasil perjuangannya) yang tidak kita punya? It’s only make you like two.
Kata sebuah buku, itu sama dengan membenci Leonardo Da Vinci karena kita tidak bisa melukis.
8. Jangan bentengi dan tutup telingamu dari kritik dan saran.
Membentengi diri dan menutup telinga seperti ini, sama dengan beranggapan bahwa kesalahan yang kita miliki adalah benar. Dan kita akan membelanya dengan berbagai argumen. Dalam hati, sebenarnya kita tahu bahwa itu salah.
9. Jangan serahkan kendali atas hidupmu pada orang lain
Sebagai individu yang merdeka, satu-satunya hal yang pasti kita miliki adalah hidup kita. Jadi, peganglah kendalinya. Tentukan apa yang harus dan akan kita lakukan dalam sebuah target. Sebaliknya, jangan berikan kendali hidup kita pada orang lain. Jangan berpikir tidak perlu mengusahakan apapun karena (mungkin) tahun depan pacar kita yang kaya akan menikahi kita. Jangan merasa tidak perlu melakukan sesuatu yang “lebih” karena kita pikir apa yang kita jalani saat ini sudah “cukup” Jangan menyamakan melakukan sesuatu yang “lebih” itu sebagai sikap ambisius dan ngotot. Jangan menunggu seseorang melakukan sesuatu untuk mengubah hidup kita. Don’t wait forever! That’s stupid!.
10. Cobalah untuk menempatkan diri tidak hanya pada satu posisi.
Jika kita tidak suka tidur di kasur yang keras, jangan berpikir bahwa hal itu tidak masalah bagi orang lain. Jika kita butuh TV, mendengarkan musik, sebuah kehidupan yang layak, begitu juga orang lain. Berikanlah orang lain menurut haknya, tidak perlu menghalang2i demi kepuasan pribadi.
11. Rendah hatilah
Di dunia ini, pasti selalu ada hal-hal yang kita tidak tahu. Jadi, bersikaplah rendah hati. Tidak perlu sombong. Akan memalukan jika apa yang kita bicarakan tidak sesuai dengan kemampuan kita.
12. Milikilah prinsip dalam hidup ini
Milikilah prinsip, dan lakukanlah, terapkanlah dalam hidup kita. Kita tidak bisa mengakui memiliki prinsip itu, jika kenyataannya kita memiliki begitu banyak toleransi yang bertentangan dengan prinsip itu.
Untuk seseorang yang menjadi tuan rumah saya selama sembilan bulan ini, bagaimanapun kesalnya saya, dan anehnya pertanyaan-pertanyaan Anda, saya berterimakasih karena tanpa Anda sadari, Anda telah memberikan pelajaran kepada saya. Dan Anda juga membuat saya menulis blog ini. Hidup Anda juga memberikan pelajaran berharga pada saya. Selamat menjalani hidup ini.